Setiap Hari Adalah Maulid Nabi
BANYAK orang kembali mengingat kemuliaan Nabi Muhammad saw ketika Maulid tiba di bulan Rabiul Awal pada setiap tahunnya.
Masjid dihiasi.
Shalawat diperbanyak.
Majelis maulid digelar.
Kisah kehidupan Rasulullah saw kembali dibacakan.
Semua itu baik, jika semakin menumbuhkan cinta kepada Nabi saw. Tetapi jangan sampai cinta kepada Rasulullah saw hanya hidup pada satu bulan Maulid, sementara sebelas bulan lainnya kita lupa kepada sunnahnya.
Sesungguhnya memuliakan dan mencintai Nabi saw bukan sekadar memperingati kelahirannya. Mencintai Nabi saw adalah berusaha menghadirkan ajarannya dalam kehidupan setiap hari.
Ketika kita berkata jujur, kita sedang mengikuti akhlaknya.
Ketika kita menyayangi keluarga, kita sedang meneladani kelembutannya.
Ketika kita memaafkan orang yang menyakiti, kita sedang belajar dari kesabarannya.
Ketika kita membantu orang yang kesusahan, kita sedang mengikuti kepeduliannya.
Ketika kita menjaga lisan dari dusta, ghibah dan menyakiti orang lain, kita sedang berusaha meneladani akhlaknya.
Ketika kita bershalawat kepadanya, hati kita diingatkan kembali kepada sosok yang paling mulia dan paling berjasa dalam menunjukkan jalan keselamatan kepada umat manusia. Allah SWT berfirman:
"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Maka jangan jadikan Maulid hanya sebagai acara tahunan.
Jadikan Maulid sebagai kesadaran harian.
Setiap pagi, tanyakan kepada diri sendiri:
"HARI INI, SUNNAH RASULULLAH APA YANG AKAN AKU HIDUPKAN?
Di rumah, bagaimana akhlakku?
Di tempat kerja, bagaimana kejujuranku?
Di tengah masyarakat, apakah kehadiranku membawa manfaat?
Di media sosial, apakah tulisanku mendekatkan manusia kepada kebaikan atau justru menjauhinya?
Sebab tanda cinta bukan hanya sering menyebut nama orang yang kita cintai.
Tanda cinta sesungguhnya adalah berusaha mengikuti apa yang dicintainya. Rasulullah saw bersabda:
"Barang siapa menghidupkan sunnahku ketika umatku telah rusak, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya.” (HR. Tirmidzi)
Maka, setiap hari bisa menjadi Maulid Nabi saw ketika setiap hari kita menghidupkan sunnahnya.
Setiap hari kita belajar akhlaknya.
Setiap hari kita memperbanyak shalawat kepadanya.
Setiap hari kita mengenalkan perjuangan beliau saw kepada anak-anak kita.
Setiap hari kita berusaha menjadi umat yang membuat Rasulullah saw bangga jika kelak bertemu dengan kita.
Jadi, jangan hanya merayakan Maulidnya.
Rayakan cintamu kepada Nabi saw dengan mengikuti sunnahnya setiap hari.
Selamat menjadikan setiap hari sebagai momentum untuk semakin mencintai Rasulullah saw. Shollu 'alan Nabii...!
*dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad saw, 12 Robiul Awal 1448H/25 Agustus 2026
By. Satria Hadi Lubis
